Selasa, 22 September 2015

"Fyiu"



22 September 2015

01.41


Mendamba rembulan yang selalu bersinar menerangi kelamnya langkah mendekatinya di peraduan


Angkuh…


dan aku tetap saja mendambanya..


“Kan ku nanti walau  Seribu Tahun Lagi”


Sebait kata yang ku agung-agunkan untuknya yang selalu kudekap erat tuk bersamanya..


Aku memujanya lebih dari yang ia tau..


Berharap memilikinya lebih dari yang ia inginkan


Tlah kugadaikan rasaku hanya untuk setitik bahagia tanpa luka masa lalu


Ku mohon cabiklah daku dengan belati yang kau genggam erat di jemarimu sekuat tenagamu.


Karena aku rela menjelma boneka pelampiasan deritamu.


Hingga dahagamu terpuaskan tuk menutupi luka lara yang menggorogoti jiwamu, kau tak akan pernah sanggup menggoyahkan ragaku tuk beranjak pergi


Berdiri tegaplah di sisiku hingga kau sanggup mengganti apa yang seharusnya tergantikan..


Kau tak perlu menghitung harga yang harus kau bayar untuk luka yang kau ciptakan bagiku


Cukup Tersenyumlah dalam ketulusan tanpa topeng kepalsuan


Terbebas dari tindihan beban-beban kehidupan yang pernah kau jalani..

Ku mohon…

Aku menyayangimu..

Selalu...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar