Minggu, 13 Desember 2015

Chy…

Betapa balasan yang akan kau dapatkan dari mengharap lebih dari selain Allah.
Kehampaan, 
Luka, 
dan tak akan ada lagi senyuman karena kecewamu.
Lihatlah dirimu kini,
Tak punya apa-apa lagi.
Apa yang tlah kau puja seumur hidupmu tlah sirna.
Sayang yang kau agung-agungkan tlah lenyap seketika.
Lepaskan rasa itu dan bebaskanlah..
Tak perlu menggenggam terlalu erat
Cukup letakkan di telapak tanganmu dan biarkanlah angin meniup pergi keraguanmu
Tinggalkan lukamu di sini
Kalimat demi kalimat yang ia hujamkan untukmu,
Camkanlah..
Jadikan ia cambuk tuk kebahagiaanmu kelak
Kau pantas bahagia, dengannya ataupun tanpanya…
Bawalah dirimu ke dalam rencanaNya.
Hingga kau kan mampu tersenyum kembali.



Kamis, 01 Oktober 2015



1 Oktober 2015

10.42



Seribu makna tergores dibalik luka oleh kenangan itu

Tersenyum di antara doa-doa yang mengalunkan kerinduan tuk Ia kabulkan

Tertatih kami menyeret langkah mengarungi harapan tuk segenggam bahagia

Kami yang mendamba tawa

Kami yang menginginkan pelangi tuk menaungi

Oktober dan Harapan Kami….

Mengaharap muara tuk akhir yang tak lagi terbelenggu olehnya

Pergilah wahai Sang Pengekang

Aku ingin melepasmu seutuhnya dari hidupku dan juga hidupnya

Karena ceritamu tlah berakhir di sini

Bawalah Oktober di sisimu dan jangan pernah kembali lagi

Kami berhak bahagia tanpa memoar tentangmu.

Dan juga…

Syukurku UntukMu selalu Tuhan untuk Cerita yang telah Engkau tuliskan….

Terima Kasih

Selasa, 22 September 2015

"Fyiu"



22 September 2015

01.41


Mendamba rembulan yang selalu bersinar menerangi kelamnya langkah mendekatinya di peraduan


Angkuh…


dan aku tetap saja mendambanya..


“Kan ku nanti walau  Seribu Tahun Lagi”


Sebait kata yang ku agung-agunkan untuknya yang selalu kudekap erat tuk bersamanya..


Aku memujanya lebih dari yang ia tau..


Berharap memilikinya lebih dari yang ia inginkan


Tlah kugadaikan rasaku hanya untuk setitik bahagia tanpa luka masa lalu


Ku mohon cabiklah daku dengan belati yang kau genggam erat di jemarimu sekuat tenagamu.


Karena aku rela menjelma boneka pelampiasan deritamu.


Hingga dahagamu terpuaskan tuk menutupi luka lara yang menggorogoti jiwamu, kau tak akan pernah sanggup menggoyahkan ragaku tuk beranjak pergi


Berdiri tegaplah di sisiku hingga kau sanggup mengganti apa yang seharusnya tergantikan..


Kau tak perlu menghitung harga yang harus kau bayar untuk luka yang kau ciptakan bagiku


Cukup Tersenyumlah dalam ketulusan tanpa topeng kepalsuan


Terbebas dari tindihan beban-beban kehidupan yang pernah kau jalani..

Ku mohon…

Aku menyayangimu..

Selalu...